POJOK KLASIK

Sejak pertama kali Saladbowl berdiri dan mengudara, kami–para author–berniat untuk memberikan sebuah bacaan yang bukan hanya sekedar refleksi imajinasi di kepala. Kami ingin menghadirkan fiksi yang berkualitas, yang ditulis dari hati, dan berdasar dengan referensi.

Page ini dibuka sebagai pojok diskusi antara para author dan juga pembaca yang ingin berbagi pengalaman selama terjun dalam dunia tulis-menulisnya. Kalian bisa bertanya hal-hal yang ingin kalian ketahui mengenai apapun; tips menulis, gimana cara menulis ala author tertentu, atau juga gimana menyalurkan imajinasi pada tulisan secara sehat, hehehe. Kalau kalian mau curhat juga nggak papa, selama itu masih berhubungan dengan dunia menulis kalian 😀

Tanyakan, bagikan dan sebarkan. Selama kami mampu, kami akan berusaha untuk membantu kamu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul selama kamu menulis dan menyalurkan ide juga imajinasimu.

Jadi, ini adalah

KLASIK : KELAS MENULIS ASIK

Selamat datang, dan selamat berpartisipasi

p.s.

Bila diskusi sudah mulai berjalan panjang, silakan kalian ikuti dari awal di kotak komentar ya untuk menghindari pertanyaan dan jawaban ganda.

Advertisements

148 comments

  1. Mau tanya nih. ini mengganjal bngt di hati aku(?) .aku ikut suatu project FF event disuatu grup, Aku inget ketika FF aku dikritik oleh anak sastra dan seorang reviewers, aku buat FF yg kata2nya lbih ke sastra (*mungkin) dan bau2nya kaya gini di komen. dia bilang FF ku terlalu bertele-tele .apa nanti kalo seandaynya ada FF event yg penjelasan awal dan kosakatanya bertele-tele bakal dikomen kaya aku juga? ah gini dah ya. aku bingung jelasinnya. tapi dia bilang kebanyakan kiasan, kebanyakan basa-basi dan kebanyakan perumpamaan dikomen bertele-tele.nah, bukannya gaya orang buat FF itu beda2? setau aku kalo ada yg buatnya bertele2 itu emang mencoba menarik perasaan readers buat masuk ke dalam suasana cerita. apalagi ffnya sad. *aduh ngerti ga? aku bingung jelasin pertanyaan aku gimna.. mohon dibantu ya penjelasn anak sastra itu.

    Like

    1. Dear Rendi,,

      Aku sedikit banyak paham cerita kamu. Jadi gini, kurasa permasalahannya ini bukan sekedar komen anak sastra. Dulu, editor novel aku, yang bukan anak sastra juga pernah bilang beberapa bagian tulisan aku bertele”… itu namanya dragging. Kenapa dragging bermasalah?
      Karena akibatnya bakal bikin cerita boring, apalagi di awal cerita yang jadi penentu apakah orang akan terus baca cerita kita atau nggak. Maksud reviewer kamu bener, kalau awal cerita aja udah boring karena terlalu bertele”, mana mau orang ngelanjutin baca?

      Betul, gaya orang menulis fiksi itu berbeda-beda, tapi pun begitu-begitu juga ada triknya. Aku pernah diajari, bahwa kunci kesuksesan sebuah cerita itu terletak di awal dan di akhirnya. Pakai kiasan boleh, basa-basi boleh, tapi sesuai porsi. Yang penting adalah, awal cerita kamu punya semacam “hook” yang bikin tulisanmu jadi menarik, dan bikin orang pengen baca terus.
      Itu bisa diakali dengan kasih spoiler inti permasalah (spoiler aja ya, bukan jabaran lengkap), atau semacan pertanyan-pertanyaan yang perlu dijawab, dan jawaban itu hanya akan terjawab dengan terus ngikutin lembar-lembar ceritanya.

      FYI, sastra itu artinya tulisan. Ada istilah kesusastraan, (su = indah) yang artinya tulisan yang indah. Jadi sastra tidak tepat digunakan buat menyebut kiasan atau berbau diksi angkatan 45.
      Lalu mau genre dan topik apapun, trik penyusunan fiksi (terutama prosa) berlaku efektif, dan ternyata cukup efisien buat menjaring pembaca.

      Intinya, jadikannya kritik orang untuk jadi pembelajaran, bagaimanapun cara orang itu menyampaikannya. Kadang mungkin terasa pedas, tapi bisa jadi kita hanya nggak terbiasa. Siapa tahu kritik yang kamu dapat bisa jadi sumber kesuksesan kamu nantinya. Be humble, keep writing great stuffs.

      Peace out.
      Regards,

      Dista Dee.

      Liked by 1 person

  2. Hai semua, baru lihat ada page ini dan mau curhat, boleh? (Pasti boleh) 😀

    Aq penulis baru, yang gak sengaja masuk kedunia penulisan karena aq hobi membaca.
    Beberapa bulan ini aq bisa bikin beberapa ff yang sambutannya lumayanlah.

    Namun di ff q yang terakhir ini, ada satu orang yang selalu komen nyeleneh dari part 1 sampai seterusnya, dan itu bener2 bikin aq down dan males buat post ff baru, aq gak berhenti nulis cm takut aja buat posting lagi, soalnya komennya itu kebayang terus. Dia bilang gini “Males banget!! Udah q duga ceritanya gini, mungkin bakalan sampai chapter 30an baru selesai.” Tu anak mungkin gak suka pada q atau apa? Soalnya dia kyaq nya emang suka cari gara2, mungkin diA mau nunjukin kalau dia senior di dunia per ff-an sebagai reader yang handal mungkin?

    Aq cm mau tanya gimana sich ngatasin orang yang kyaq gini, d tegur langsung atau abaikan, tp aq orang yang mudah kepikiran, maklum penulis baru di kritik jahat dikit mewek, padahal aq suka sm kritikan yang membangun. Kalau gini mah gak membangun sama sekali tp malah menjatuhkan.

    Solusinya boleh dong buat yang lihat ini .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s