Enchanted – the Epilogue 1

picsart_09-07-09-06-33

.

after those years, a two needs an ending.

.

“Kau sungguh akan baik-baik saja? Telpon aku kalau perlu sesuatu, aku akan segera ke sana.”

Jo tidak bisa menahan senyumnya. Kecemasan Minseok terdengar sangat nyata saat ini, tapi di luar simpati, dia sungguh geli mendengarnya.

“Aku akan baik-baik saja, sungguh. Aku jalan-jalan sebentar, duduk sebentar, minum teh sebentar. Dan ini Hongdae, bukan Afghanistan. Tenang saja.” Katanya, menjawab keprihatinan sahabatnya itu. Kadang Minseok memang bisa sedikit berlebihan, memperlakukannya seperti balita yang harus selalu diawasi dan diperhatikan. Tapi Jo berusaha untuk bisa mengerti, terutama melihat situasi saat ini.  “Dan kau bilang tidak ada orang di kantor, kan? Siapa yang akan menemui klien kalau kau ke sini.” Tambahnya.

Minseok mendesah pelan, lelaki itu menyuruhnya menunggu sebentar saat seseorang di seberang sana menanyakan sesuatu, dan Minseok menjawabnya dengan menyebut Luhan sedang melakukan entah apa. Tampaknya, Minseok sengaja menutup speaker ponselnya hingga Jo tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dia katakan. Lelaki itu sungguh berusaha untuk menghindari topik dan sebisa mungkin menyebut nama si idiot (panggilan yang belakangan menjadi pengganti nama Luhan bila terpaksa harus disebutkan) di tengah pembicaraan mereka.

“Ah, Jo, aku akan menghubungimu lagi nanti, ada sesuatu yang harus kulakukan.” Ujar Minseok begitu kembali lagi kepadanya, “Kabari aku kalau kau bertemu dokter Jang, apappun katanya. Beritahu aku.”

Jo mengangguk patuh meski dia tahu Minseok tak akan melihatnya. “Oke, kau orang pertama yang akan mendengar keputusannya.” Jawabnya. Mereka mengakhiri obrolan jarak jauh itu setelah dua tiga kalimat berikutnya, lalu Jo menaruh ponselnya ke atas meja, mengedarkan pandangannya ke luar jendela.

 Segalanya hampir tampak sama meski delapan tahun berlalu. Ketika Jo turun dari taksi tadi, dia masih menemukan toko-toko yang dulu selalu dilaluinya berada di tempat yang sama. Taman Cheongguk pun masih dipakai untuk spot busking show, galeri dan lapak-lapak asesoris masih berjualan di sana, hanya beberapa penjualnya saja yang berbeda. Mungkin diturunkan ke generasi setelah mereka, dia berpikir. Bahkan Cafe Benne kesayangan ini pun sama sekali tidak berubah; tanaman hias di luar kafe masih tetap rapi, seperti dirawat dengan baik tiap harinya; sofa dan mejanya telah diganti dengan yang baru, pun dengan model dan warna yang sama.

Apa yang dia lihat saat ini membawanya kembali ke tahun-tahun yang dulu, di saat dia masih sangat muda, dan mengklaim cafe ini sebagai tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu di akhir minggu. Memori-memori itu masih sangat jelas, seolah Jo bisa melihatnya terulang kembali di depan mata.

Tak jauh dari konter, di sudut kafe beberapa lelaki tengah bersiap-siap untuk memulai pertunjukkan mereka. Dulu, pertunjukkan musik akustik biasanya hanya ada di hari Sabtu dan Minggu. Kasir membertahunya bahwa pertunjukkan musik sekarang ada tiap hari saat siang, dan  dilanjutkan lagi malam hari di akhir Minggu. Yang akan tampil saat ini adalah trio vokal yang konon cukup terkenal di UCC meng-cover lagu-lagu populer, namanya M.I.O.

Beberapa grup pengunjung tampaknya menyadari kehadirannya di sana. Mereka menghampirinya untuk meminta tanda tangan, satu dua foto dan selfie, lainnya mengajaknya mengobrol sebentar; menanyakan kenapa dia hanya duduk sendiri saat ini. Jo menjawab dia sedang merasa penat, dan sedang melakukan semacam ‘self-healing’ dengan menghabiskan waktu sendiri.

“Apa kau kembali untuk selamanya ke Korea?”

Jo tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia tersenyum sembari menatap wajah si penanya tanpa arti. Gadis itu tampak tak jauh lebih muda darinya. Namanya Seohee, dan gadis itu salah satu penari di akademi ballet Avante milik ibu Luhan.

“Ya, sepertinya begitu.” Dia baru menjawab setelah beberapa saat. Tampaknya perubahan wajahnya sangat jelas terlihat, karena Seohee terlihat salah tingkah ketika melihat tongkatnya bersandar di kaki sofa. Gadis itu buru-buru mengakhiri obrolan singkat mereka, dan membiarkan Jo kembali pada waktu tenangnya.

Alunan musik mulai terdengar, Jo menyeruput sedikit greentea latte favoritnya sambil menonton pertunjukkan di panggung. Kafe sudah ramai oleh pengunjung, kebanyakan para karyawan yang sedang beristirahat makan siang menghabiskan waktu dengan minum kopi bersama kolega mereka masing-masing. Jo tidak begitu familiar dengan cover lagu yang para musisi itu nyanyikan, meski sudah sebulan lebih kembali ke negara ini, dia tidak begitu mengikuti perkembangan dunia musik, apalagi mendengarkan radio. Tapi harus diakui, dia suka apa yang didengarnya. Lirik-lirik lagu yang dinyanyikan kembali membuat pikirannya menerawang.

Jo menarik napas dalam dan menghelanya dengan cepat, lalu bersandar pada punggung kursi. Saat mengawasi sekelilingnya dia baru melihat bahwa semua orang di dalam kafe itu berpasangan, atau setidaknya bersama dalam satu grup. Hanya dia saja yang duduk seorang diri di mejanya. Ini membuat Jo tersadar bahwa sudah lama sekali dia keluar dari zona nyamannya dalam bersosialisasi.

Dulu sejak Luhan dan Minseok masuk ke dalam lingkaran teman terdekatnya, Jo hampir tidak pernah sendiri. Setidaknya pasti ada salah satu di antara dua lelaki itu menemaninya di mana pun dia berada, bila pun tak ada keduanya, akan ada Chaerin, atau teman-temannya yang lain. Dia tidak memiliki siapapun yang bisa dipanggilnya teman dekat di London. Aktifitas kelas dan menari cukup besar menyita seluruh kesibukannya, dia hanya pergi ke klub malam sekali dua kali setelah menyelesaikan panggung besar di masa rehat, menonton pertunjukkan teater atau nonton di sinema ketika merasa bosan—itu pun bila akhir minggunya tidak diisi dengan kelas individu tambahan.

Beberapa lelaki yang tertarik padanya pernah mengajaknya berkencan, tapi mereka tidak pernah lebih dari hanya sekedar nonton film atau makan malam saja. Awalnya, pada dua tahun pertama, dia merasa karena terlalu sibuk dan fokus pada aktivitasnya, hingga berkencan tidak pernah dimasukkan ke dalam daftar kegiatan mingguannya. Selanjutnya, Jo tenggelam dengan kenyamanannya menjadi sendiri, dia merasa tidak memerlukan bumbu romansa dalam hidupnya. Dia tetap berkencan sekali dua kali, tapi tidak pernah lebih dari dua kali makan malam.

Lalu Jo berpikir tentang Luhan.

Mereka tidak bertemu lagi sejak dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka dulu. Lelaki itu sungguh melakukan apa yang dia minta; jangan menghubunginya, jangan datang mnemuinya, jangan pernah menanyakannya pada Minseok. Jo bisa mengerti kalau Luhan marah karena keputusannya itu. Setelah apa yang telah dilakukannya, Luhan mungkin membencinya.

Karena itu dia tidak heran saat tidak melihat Luhan di antara orang-orang yang menjemputnya ke bandara saat dia pulang. Dia juga tidak heran saat lelaki itu bahkan tidak pernah terlihat atau terdengar kabarnya meski tahu dia telah kembali ke Seoul. Dia tidak pernah bertanya pada Minseok, dan sahabatnya itu pun tidak pernah berkata apapun, seolah ada peraturan tidak tertulis di antara mereka bahwa membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Luhan adalah haram hukumnya. Jo mungkin bisa memahami perasaannya, dia hanya tidak mengerti bagaimana seseorang bisa sepatuh itu pada perkataannya.

Ada sedikit celah di dalam ruang kosong hatinya, yang ingin sekali mengakui bahwa dia rindu pada Luhan. Jo hampir tidak pernah memikirkan Luhan selama di London, bahkan sama sekali tidak pernah lagi begitu lepas dua tahun dia tinggal di sana. Tapi sejak kembali ke kota ini, dia teringat lelaki itu tiap hari. Seoul seolah telah menarik tuas memorinya dan membangunkan kembali segala ingatan-ingatan yang hampir hilang, lalu memutarkannya kembali dalam bentuk deretan kenangan yang sepertinya baru terjadi kemarin. Dalam sekejap saja, 7 tahun kebersamaan mereka terulang begitu saja di dalam kepalanya.

Jo menyalakan ponselnya, memasukkan kode angka dan memilih aplikasi Galeri dari sistem menu. Dia mencari, berharap menemukan sesuatu yang bisa mengobati rasa rindunya.

Tapi nihil. Dia menghapus seluruh folder fotonya bersama Luhan sejak pesawatnya terbang meninggalkan Korea bertahun-tahun yang lalu. Dan kini dia menyesal, berpikir seharusnya dulu menyimpan file-nya di suatu tempat supaya bisa dia lihat lagi bila ingin.

Lalu sesuatu terpikir di dalam kepalanya. Jo memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah terpikir akan pernah dilakukannya; stalking. Sedikit ragu, Jo membuka aplikasi Instagram di ponselnya, lalu mencoba untuk mencari profil Luhan di sana. Jantungnya berdegup kencang saat menemukan nama yang dia cari di daftar following akun milik Minseok.

Jo menunggu. Sedetik, dua detik, meyakinkan diri untuk menekan tautan nama itu dan membuka profilnya.

Tik.

Ibu jarinya bergerak, lalu halaman lain terbuka, memunculkan sebuah kalimat.

This account is private.

Follow to see their photos and videos.

Dadanya mencelos. Hari ini dia mungkin hanya bisa puas dengan menatap penampakkan sosok Luhan dari foto-foto yang Minseok unggah ke akunnya.

After-office night off. Tulis caption di foto terbaru yang Minseok unggah, beberapa laki-laki duduk bersamanya di meja lingkar, mengangkat tinggi gelas bir mereka. Luhan tersenyum lebar di foto itu, Jo menyukainya.

Minseok dan beberapa lelaki ber-selfie di pinggir lapangan bola. Luhan berdiri di sampingnya, rambutnya basah karena keringat. Masih dengan senyum yang sama, lelaki itu tampak senang. Mungkin timnya menang bertanding hari itu, Jo menyukainya.

Scroll down. Jo menggesek jarinya ke atas, Minseok lebih banyak mengunggah foto makanan atau kopi ketimbang selfie atau foto manusia yang sesungguhnya. Scroll down lagi. Lalu Jo menemukan sebuah foto candid, Minseok mengambil foto Luhan duduk di depan meja gambar. Sebuah blueprint tergelar di hadapannya, dan Luhan terlihat sangat fokus menggaris sesuatu, atau mungkin lebih tepatnya menggambar sesuatu.

Dulu Jo selalu menyukai figur Luhan dari samping. Dia seringkali membiarkan Luhan tahu bahwa lelaki itu memiliki garis rahang yang sempurna, dan terlihat sangat apik bila diabadikan. Dia ingat bagaimana lelaki itu suka sekali ketika dia mengatakannya.

As a friend, he’s the best. As a guy, he’s the worst.

Ladies, be careful. Don’t say I didn’t warn you.

Begitulah caption foto itu terucap. Dia teringat akan sekian banyak hal yang Jongin ceritakan padanya tentang Luhan selama dia di London. Selama beberapa tahun awal Jongin sering sekali menelpon, atau setidaknya menghubunginya melalui skype, tapi sebagian besar tujuannya hanyalah untuk mengeluhkan perubahan sikap Luhan yang begitu drastis semenjak dia pergi.

Luhan berkencan terus tiap hari…

Luhan ganti perempuan lagi… padahal dia baru saja putus dengan si rambut emas itu dua hari yang lalu…

Kau tak akan bisa membayangkannya, dia menyedihkan. Aku seperti tidak mengenalnya lagi…

Ini salahmu, seharusnya kau tidak meninggalkannya begitu…

Ini salahku. Dan itu yang terus terekam di dalam kepalanya, hingga akhirnya Jo pun berhenti menerima panggilan dari Jongin. Bukan hanya karena dia ingin lelaki itu berhenti membicarakan Luhan, tapi karena Jongin membuatnya terus teringat akan kebodohan-kebodohan yang dulu pernah dia lakukan. Jo hanya sesekali membalas email-email yang Jongin kirimkan, pesan-pesan yang hanya berisi ‘apa kabar’, atau sekedar ‘apa yang kau lakukan hari ini’.

Setelah tahun ketiganya di sana, Jongin berhenti menghubunginya. Minseok menjadi satu-satunya teman yang masih terus berhubungan dengannya secara teratur, dan lelaki itu sama sekali tidak pernah menyebut nama Luhan dalam obrolan mereka. Jo tidak pernah bertanya, dan Minseok berinisiatif untuk tidak memulai.

Jo membaca komentar-komentar yang bermunculan di foto Luhan. Ada ribuan orang menyuarakan isi kepala mereka, dengan jumlah ‘likes’ yang sama banyaknya. Tampaknya meski dengan reputasi baru yang melekat pada dirinya, Luhan masih belum kehilangan popularitasnya yang tinggi. Para wanita masih tetap menggilainya.

 Minseok ah, kenalkan aku padanya *heart* *heart*

Good boy gone bad boy, peminat sangat banyak kekeke

Yedeul ah.. Akhir Minggu ke Jaeil ya, kukenalkan junior-juniorku. They’re hot!

Jo membuka profil beberapa orang yang berkomentar. Dia tidak mengenal sebagian besar di antara mereka, maka dia menutup jendela komentar dan memandang foto Luhan sekali lagi.

Apa yang terjadi padamu? Ujarnya dalam hati. Jo tidak tahu apa sesungguhnya tujuan Minseok mengunggah foto itu dengan caption yang tertulis di sana, tapi tiba-tiba saja dia merasa sedih. Ekspresi-ekspresi kekaguman yang dia baca di komentar bukan lah sesuatu yang asing, dia sering melihatnya dulu ketika Luhan mengunggah foto-fotonya di Cyworld kala mereka remaja. Para gadis menyukai keindahan fisik lelaki itu, dan Jo tidak lagi heran melihatnya.

Tetapi komentar-komentar di foto ini membuatnya jengah. Entah apa yang terjadi, ketika seseorang yang dulu dikagumi kini seolah menjadi objek pemuas nafsu wanita yang haus akan belaian. Apa yang telah dia lakukan?

Jo menutup aplikasi itu, mematikan nyala ponselnya lalu menaruhnya ke atas meja. Dia kembali bersandar, menarik napas dalam sembari memejam mata, menenangkan diri. Sekelebat dalam kepalanya bertanya-tanya, apakah segalanya akan seperti ini bila dia memutuskan tinggal di Seoul delapan tahun lalu. Jo sungguh tidak ingin berandai-andai, tapi melihat kenyataannya sekarang, dia tidak bisa berpikir betapa egoisnya dia dulu. Saat dia bersenang-senang di seberang benua, seseorang yang lain mungkin menderita karenanya.

Napasnya terhela cepat, matanya terbuka. Spontan saja pandangannya tertuju keluar jendela, ingin kembali menikmati pemandangan di luar yang mungkin akan melegakannya.

Dug.

Jantungnya seolah berhenti berdegup. Jo berkedip. Sekali. Dua kali. Dia hampir tidak memercayai matanya, tapi di luar sana dia melihat Luhan berdiri.

Kedua mata mereka beradu.

Luhan menatapnya dalam diam, dan entah sudah berapa lama dia berdiri di sana.

.

* * *

.

.

.

sebuah series yang aku tulis untuk pembaca Enchanted. I know after these years, yet it seems so difficult to let them go.
Aku nggak akan mengunggah lagi main story-nya, tapi mungkin ini bisa jadi penghela kangen buat aku terutama, dan mungkin kamu.
Sudah lama sekali nggak nulis sepanjang ini, jadi maapkeun kalau jadi kaku begini, cheesy and picisan stuffs everywhere.
I totally need your feedbacks, jadi segala macam komentar ditunggu kehadirannya. Terima kasih banyak buat yang sudah ngikutin Saladbowl selama ini, mudah-mudahan mampir terus yaaa… Bye, Loves!
Advertisements

41 comments

  1. Oh my God! Oh my God! Oh my God! Mbak Distaaa 😂😂
    Yaampun aku kangen sama mereka! Jo, Luhan, Jongin, Minseok! Sama tulisannya mbak Dista sih, sebenarnya kkk
    pas buka email, ada notif dari saladbowl. pas tau mbak Dista yg ngepost, langsung heboh sendiri.
    “I KNOW AFTER THESE YEARS, YET IT SEEMS SO DIFFICULT TO LET THEM GO.” <<< INI BENER BANGEETT. karena cerita mereka benar-benar melekat di ingatanku!
    Tapi, harus selama itu ya? 7 tahun? Apa aja yang Jo lakukan di London? Ini mereka putusnya kapan? Dan, Luhan, kok jadi seplayboy itu? 😂 gak bisa bayangin wajah seimut itu bisa gonta-ganti cewek *semacam gak percaya*. Tapi makin penasarann.. Mereka bakal balikan gak ya? Kesannya kok iya. Berharap iya sebenarnya hehehe
    Komenku kayaknya gak ada yg penting deh. Intinya kangen banget sama tulisannya mbak lah kkk
    gak sabar nunggu kelanjutannya.

    Like

    1. Hai, hihi.. makasi yaa, jadi terharu huhu.. i know, tiba” kangen sama Luhan, terus jadi katarsis haha..

      hope you enjoy the story, mudah”an nggak bakal lama sampai ngepost part 2. Tunggu yaa…

      Like

  2. Wuaaaahhhhhhhhhh,,,,,,,,,ENCHANTED!!!!! AKHIRNYA!!!!!!

    yaaaahhhhh,,,,,masa obat kangennya ujungnya galau sih kak???? Yaaaahhhh…..itu kan judulnya end 1 semoga aja ada end 2,3,4,5 dan seterusnya sampe mereka balikan lagi AMIIIIIIIINNNNN,,,,

    LIKE LIKE LIKE LIKE

    Like

  3. Hai kak dee! ^^
    aku shock banget buka wp trus tetiba di sb ada nama Dista Dee trus trus buka dan omaigat kak dee nulis lagi aku bahagia! ❤

    Long time no see ya kak walaupun aku bukan pengamat Enchanted but ff ini sungguh apik :”)
    Oke ini agak nyesek yaa setuju sama yg di atas bagian ending itu ….
    sisanya sih nice! 👍

    Baiklah dengan kambeknya kak dee semoga kedepannya bisa update cerita yg lain :”)
    semangat dan sukses selalu ya, kak! 😊

    Like

  4. ommo!!!! Han Jooooo aku kangen kamuuuu haha kangen luhan jugaaaa. tapi sebenarnya aku rada kecewa karena ternyata jongin yang di enchanted sebelumnya punya peran yg cukup besar disini kayak yang jadi ‘nothing’ gituuu huhuhu. tapi beneran ini mengobati banget rasa kangenku sama mereka. dulu baca series ini pas awal sma dimana waktu itu aku under 17 trus pas aku udah 17+++ ceritanya udah keburu dihapus sebelum aku bisa dapet passwordnya hiks ;(
    makasih mbak dista sudah ngepos side story lagiii, aku jadi ikutan flashback kayak hanjoo hihi

    Like

  5. Ka distaaaaaaa. Ya ampun aku kaget pas baca nama kakak di timeline.
    Dan aku kangennnn banget sama mereka. Kangen sama si egois Han Jo. Kangen luhan, minseok sama Jongin juga.
    Jadi pengen baca lagi deh 😂😂

    Dan kaka comeback bawain sesuatu yang bikin hati meringis dan mencelos gini huhu. Emang deh ka Dista mah kalo nulis tuh emosinyaaaa 😆😆😆

    Next chapter ya kaaa. Di bikin banyak juga gpp kalo kaka mau mah. I love it 😆😆😆

    Like

  6. Mbak distaaaa kangenn!!! Kangen juga sama jo, luhan, jongin, minseok
    Kaget banget dapet notif enchanted kirain org lain yg nulis tp judulnya aja yg sama, trs jadi keinget enchantednya mbak dista
    Eh pas liat nama distadee yg ngepost…
    Woaaah ternyata bener! langsung deg degan, kaget, kangen!
    Selama baca kaya nostalgia bareng jo, memori itu juga kaya berputar lg dikepala aku hahaha
    Ditunggu mbak epilog 2 atau lebih mungkin wkwkwk

    Like

  7. KA DISTAAA OMGG AKUU TERIAK BEGITU DAPET NOTIF DARI GMAIL…
    kangen jooo aaa
    Kangen luhan
    Aaaa
    Kangen luhan-jo…

    Ekspresi aku kayaknha bakal sama kayak jo waktu di paragraf terakhir.
    Diam
    Diam
    Diam
    Tangan bergetar
    Mau nangis.
    Aa liat luhan~
    Makasih loh kak buat side story tidak terduga, tp gimana dong kak jadi nagih.
    Iya nagih kelanjutannya 😂😂

    Like

  8. kak distaaaa love you so much much much! aku sampe teriak pas tau kak dista nulis ini!!! aku kangen bgt jo dan luhan omg setelah sekian lama feel nya masih masuk dalem hati bangetttttt

    makasi kak distaa udah nulis enchanted lagiiii semangat untuk nulis part selanjutnyaa

    Like

  9. Huaaa much Thank you kak Dista udah bikin epilougue Enchanted..bener banget itu it is so difficult to let them go..huhuu
    Suka banget ceritanya..masih khasnya kakak bgt dari kata kata kalimat jdi tulisan cerita ini aku selalu suka kata kata yg kakak pakai.klop bgt deh di aku hehe. Ditunggu lanjutan ke 3 4 5 dstnya kakk p.s nostalgianya berasa bgt..haha

    Like

  10. Kaka distaaaaaaaaaaa!!!!! Miss youuu kaka. Ya ampun sumpah udah lama banget. Ini ff favorite ak salah satunya. Dan pas liat notif di email ak langsung cuuusss kesindong!!!!
    Jadi baper kaaaan. . . Awal ending kan ini yaaaaa. . Soalnya kujadi yang penasaran sama lanjutannya. Itu luhan sama jo bakal balikan atau enggak. Yuup secara udah 8 tahun. Semoga cinta itu gak pupus. . .
    Mangat kak!!!

    Like

  11. Aku cuma bisa melongo, ini enchanted… enchanted yg itu?? enchanted nya kak dista? Rasanya gak percaya tapi bibir udah cenat cenut pengen nyengir lebar. Seketika inget jaman dulu, duh elah jadi baper kak. lamaaaaa banget gak mampir ke saladbowl tau2 dapet kejutan di hari raya 😀
    Karna ingatanku buruk, dgn susah payah nginget2 chapter terakhir enchanted gimana. Semenjak kak dista hapus fanfic2 kakak aku pun jarang banget baca ff nya member china, tapi baca ini rasanya kaya fresh lagi. Gak tahan, anehnya meskipun ini sedih aku bacanya senyum2 gaje hehe

    Like

  12. Aku cuma bisa melongo, ini enchanted… enchanted yg itu?? enchanted nya kak dista? Rasanya gak percaya tapi bibir udah cenat cenut pengen nyengir lebar. Seketika inget jaman dulu, duh elah jadi baper kak. lamaaaaa banget gak mampir ke saladbowl tau2 dapet kejutan di hari raya 😀
    Karna ingatanku buruk, dgn susah payah nginget2 chapter terakhir enchanted gimana. Semenjak kak dista hapus fanfic2 kakak aku pun jarang banget baca ff nya member china, tapi baca ini rasanya kaya fresh lagi. Gak tahan, anehnya meskipun ini sedih aku bacanya senyum2 gaje saking girangnya :3

    Like

  13. Sumpah…ini ff bikin baper..jadi pingin baca main story nya kak dee..bnyak bnget yg rekomendasiin ff enchanted tapi trnyata sdh dihapus..hiksss…sedih bnget..penasaran sama kisah hidup jo luhan dkk..bca epiloge nya aja sdh bikin baper aplgi main storynya..berharap bnget kak dee upload enchanted lgi..hee..ditunggu karya lainnya kak dee

    Like

  14. KANGEEEEEN BANGEEEET KAAAAK~….

    Huft…. lama banget nungguin fanfiction kak dista lagi. Kirain nggak bakal ada lagi nih, ceritanya Luhan dan Jo. Sekalinya… pas iseng2 buka, eh tau2nya….

    wwoaaaaa… senang sekaliiii….

    Bahagia luar biasa… hehehe… aaaaaaaaaaaaa~~~~~~

    Like

  15. speechless..
    masih ga nyangka enchanted bakal ada lanjutannyaa…
    aq pikir bakal gantung pas luhan patah hati..
    walopun sebelumnya masih ga nyangka mereka putus setelah perjuangan mereka sebwlumnya..
    tapiiii..seneng persahabatan minseok dan jo tetap terjalin walopun hubungan luhan – jo ga baik….

    Like

  16. Oh god kakak, kangen banget sama enchanted ini. Dan ya ampun berawal dari keisengan aku nyari2 puing2 dari ff ini yang tertinggal and then aku malah nemu ini? Dan udah diupload cukup lama juga ya, duh kemana aja aku selama ini? *cry*
    Ga tau deh aku mau ngomong apa, yg jelas happy banget ff ini lanjut walaupun gabisa nemuin main storynya lagi. Tapi gpp 😀
    Saya suke saya suke. Btw kak, mau minta ijin nih. Jadi sebenernya saya juga mau bikin ff dan ff saya terinspirasi dari salah satu scene di ff kakak ini. Kalo ga salah pas bagian jongin ketemu sama jo pertama kali di akademi balet ibunya luhan (ini bener ga sih? Wkwkwk lupa kak, maaf). Nah bagian itu kak. Boleh ya kalo ff aku nanti itu ada beberapa bagian yg mirip dgn scene itu? Tapi kalo kakak keberatan gpp sih. Gajadi aku bikin ffnya wkwkwk. Tapi ga semua mirip kok kak. Pasti tak bedain hehehe 😀

    Like

  17. Dag-dig-dug baca akhirnya. Dan bikin jerit kecil baca akhir ff ini, tak kuasa… Jadi gemeter sendiri, dagdag sendiri, dan terkejut sendiri 😀 🙂 😀 bagus ff nya kak 😉

    Like

  18. Halo Kak Dista, wah kaget beberapa hari yang lalu ada Enchanted di twitter. Ternyata bukan cuma satu tapi ada tiga. Kukira mereka masih bersama. Ternyata mereka berpisah toh. Agak ngenes sih. Tapi ini masih ada lanjutannya kan? Kok rasanya gantung mulu nih endingnya. Aku sebagai Jo-Luhan shipper berharap mereka bisa bersatu kembali.

    Like

  19. Rasanya WOW lihat ada updatean enchanted.. Ternyata mereka berpisah.. Ini betul2 mngobati rasa ridu aku untuk mereka.. Makasih kak sudah nulis ini..

    Like

  20. Ini yang aku tunggu, makasih banyak kak atas ceritanya yang luaaat biasaaaaa.. Jadi inget pait manisnya kisah mereka dulu, dan Jo emang bener2 egois i mean, setelah perjuangan mereka yg panjang, pergolakan hati yang rumit, sampai akhirnya mereka tau perasaann masing2 dan Jo dengan santainya pergi gitu aja.
    Makasih kak sekali lagi love love loveee

    Like

  21. hah, koq nyesek yah,,,
    gk tau deh mau komen apa, ini antara senang dan sedih, seneng karna ini Enchanted, dan akhirnya Dista Back, Luhan-Jo ya ampun beneran deh kangen banget, ini fanfic yang sampe sekarang masih melekat di kepalaku, huh…
    tapi ini nyesek, mereka putus!
    “tak ada gading yg tak retak”
    sulit mempertahankan sebuah gelas yg sudah pernah retak agar tetap utuh, alasan ini yang bikin aku terima “oke mereka putus”.
    dan…..
    …..apa yg terjadi?

    Like

  22. Astaga!!! Demi apa aku baru tau mbak dista nulis ini… #ketauanjarangmainkeblog #authormacamapaakuini #maapkandakuyasaladbowl
    Yesss!!! Enchanted!!! Salah satu FF series favorit aku~ Asli ini mengobati kerinduan banget, mbak!
    Luhan gege!!! Udah lama juga nggak ngikutin kabar gege satu ini…
    Udah ah mau lanjut baca chapter berikutnya. hehehe~

    Like

  23. woah it’s been a long time since the last time I visit this web and seeing enchanted epilogue was a huge surprise… gaya nulis ka dista ga berubah >< still trying to remember the main story before I read this further…

    Like

  24. Salahkanlah eksistensiku di dunia perFFan ini baru ada setelah kak dista memutuskan utk menarik ff enchanted yg versi chapternya. Jadi pas baca td sempet bertanya2 ini ceritanya gmn (?) ekwkwk
    Bagus kak 😍

    Like

  25. Hampir 4 tahun aku ga baca ff seneng banget bisa baca ini lagi kangen tulisan ka dista, aku kira setelah beberapa tahun ini enchanted ga akan ada after endingnya dan ternyata dapt kejutan hehe keren banget kak

    Like

  26. Setelah sekian lama gak mengunjungi blog ini sekali-kalinya ngunjungi malah nemu epilog enchanted 🙂 Sumpah, ini menjadi kejutan tersendiri! Jadi ingat masa-masa nunggu chapter per chapter Enchanted hingga tamat >_< Ah, jadi pengen baca dari awal lagi wkwkwk 😀
    Aku cukup terkejut ama plot chapter ini karena seingatku di chapter akhir Enchanted waktu itu Jo dan Luhan balikan. Tapi ini kok kayak gini yah? 😦
    Ah dibuat baper lagi nih
    Berharap mereka bakalan happy ending 🙂

    Like

  27. jadi pengen baca main story nya kak, jujur aku telat bgt tau enhanced. banyak yang rekomen ff ini pas aku mau baca eh sekali nya uda di hapus hikss 😭 semoga aja nanti kak dista berminat ngepublish enchanted lagi hehe

    Like

  28. Hallo kak dista! Aku telat banget ya ini bacanya pas udah januari 2017. Dear kak dista, aku udah gak tau lagi harus ngomong apa betapaa aku seneng banget bisa baca enchanted lagi kak it’s more than 3 years since terakhir aku baca waktu aku masih 16thn dan beberapa hari lagi aku 19thn. Dulu aku gabisa baca part enchanted yg di lock karna masih di bawah umur terus aku sabar aja gapapa nunggu 3thn buat dapet password eh tapi beberapa bulan kemudian hampir semua karya ka dista di hapus dan aku sedih bgt disitu kayak ah sudahlah yg pasti aku sedih bgt kak, sampe skrg jg aku masih berharap bisa baca part yg di lock itu. Tapi setelah tadi iseng search enchanted luhan dan ternyataaaa keluar epilognya, disitu aku seneng bgt kakkkk sampe nangis asli ini ku gak bohonggg, kangen banget sama luhan dan karya2 kak dista lainnya yg sudah aku baca. Terimakasih banyak kak sudah membuatkan epilog ini❤️❤️

    Like

  29. Huft,, sumpah speacless … Antara seneng dn ga percaya enchanted d lanjut. Ini ff favorite bnget sampe sekarang ga bisa move on. Sempet sedih sih waktu dulu semua ff ka dee d hapus,kadang kangen pengen baca lagi tapi ga bisa.

    Like

  30. Belum pernah baca enchanted sebelumnya, banyak yang rekomdasikan kalo ffnya ka dista yang enchated itu keren, cuma pas dicari kesana kemari ga nemu juga, udah di apus dari peredaran hehe Tidak beruntungnya akuu -_-
    Pas baca epilogue ini cuma bisa nebak-nebak apa yang terjadi di main ffnya
    But its ok ka dee..
    How lucky im if Ive chance to read ur ff soon..

    Like

  31. Oh my GOD KAK DISTAAAA! *sobbininthecorner*

    Aku udah ga buka saladbowl LAMA banget, dan aku sama sekali ga menyangka apa yang menanti aku disini pas aku buka lagi ternyata………..

    …..ini.

    KAK AKU FANS BERAT ENCHANTED!
    Bener banget after all these years it seems so difficult to let them go! Aku yang reader aja susah apalagi kak dista yg nulis :”)

    Anyway, Kak. Aku juga udah lama banget ga baca fiction series dalam bahasa dan lebih prefer english karena ga ada yg nulis sebaik kakak (im not even kidding) dan kalau disuruh kritik, ya tentu aja aku gak bisaaa #maaf

    Tapi, Kak. Menurut aku pribadi, mungkin kakak bener soal udah lama ga nulis sepanjang ini. I mean no harm, kak, tapi rasanya kayak ada yang kurangg aja dari cara penulisan kakak pas makin ke bawahnya. Aku sendiri ga tau apa karena aku bukan seorang penulis ulung tapi sebagai pembaca setia karya-karya kakak aku tau apa yang kakak maksud terlalu cheesy dan picisann HAHAHA

    BUT ITS REFRESHING KAK! Dan aku sama sekali ga kecewa bcs you’re stillll the best in my eyes!

    Oke kak aku lanjut baca dulu yaaaaa babaaiiii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s