[Ficlet] Jangan Dilipat #2

­­­

buku

-Sesudah ini

Yang kuingat, dulu dia pernah menjotos temanku karena temanku itu iseng berkata kalau aku gendut. Saat itu aku bingung harus malu atau kesal karena perbuatannya yang sangat kekanakan. Oh tapi dulu itu kami memang masih anak-anak, usiaku baru tujuh dan dia baru sembilan.

Yang kuingat, dia pernah meninggalkanku sendiri di restoran. Padahal aku sudah berlari mengejar bus, berbau asap knalpot, sempat pergi ke ATM demi punya uang untuk membayar ojek. Oh tapi itu karena sebelumnya dia sudah menunggu satu jam dan aku tidak kunjung datang.

Jadi, aku melipat bukunya.

Aku sudah berusaha meletakkan pembatas buku di sampingku tapi kemarin malam aku sudah terlalu mengantuk dan tidak kuat mengambil pembatas buku.

Ketika aku menyerahkan kembali bukunya, dia mengecek dengan teliti. Aku sudah membayangkan dia akan benar meminta putus. Walaupun cukup menyebalkan, toh aku sangat suka padanya (karena berkata cinta sedikit agak memalukan).

Dia sepertinya sadar dan menghela napas panjang.

“Aku mau ke toilet.” Katanya kemudian.

Kafe ramai itu tiba-tiba memutar lagu lawas Selepas Kau Pergi milik La Luna. Sialan.

Dia kembali dari toilet.

“Yuk, kita nonton.” Katanya.

“Eh?” aku membelalakkan mata tak percaya.

“Anggap saja ini jawaban nomor dua atas pertanyaanmu waktu itu.”

Advertisements

10 comments

  1. Buat kak casualbookreader yang kayaknya spesial bikin ini, aku padamu. Wuidih, inilah mas-mas keren yang suka baca buku, yang ada judes-judesnya, tapi masih inget kalo cewek doyan kejutan. Ah, abis denger yang pait-pait soal putus gara-gara kalah saing sama buku eh terbitlah nonton. Sengebet-ngebetnya aku baca buku kadang emang pelu baca hati pasangan sih. Asik ah, semangat terus kak.

    Like

  2. Hihi lanjutannya superr sekali. Dari yang mau diputusin cuma karena buku, ternyata cowoknya beneran cinta dan MESKI DILIPAT gak diputusin. Buat kak Nisa yang nulis “Jangan Dilipat” pertama kali, aku ngga sempet komenin jadi langsung di sini. mudah-mudahan terbaca oleh dua author 😉

    P.s. aku juga ga suka bukuku dilipat, jadi ini relatable untukku ahaha.

    Liked by 1 person

  3. tapi aku berani berkata cinta meski melakukan pada fiksi dan kak writer-nya 😀 suka sekali sama fiksi ini. yash,bumbu2 romansa nan ringan (apaan ini sih kata-katanya NaT_T) dan yah ini tuh worth to read sekali 🙂 menghibur pasti lah!
    well, terimakasih atas suguhan fiksi apiknya kak~ karya selanjutnya selalu ditunggu.
    tetap semangat berkarya~~^^

    Like

  4. SUKA. SUKA. Beneran deh suka kalo ada cerita kyak gini, yg cowonya rada dingin tapi duh maniiiiis😍 semangat terus nulisnyaaa ya!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s