Harry Potter: After All This Time? Always.

 

Harry Potter JK Rowling

.

-o-

It is our choices that show what we truly are, far more than our abilities.

J.K. Rowling, Harry Potter and the Chamber of Secrets,

melalui Albus Dumbledore.

-o-

 .

 

 

Bukan, novel ini bukan sekedar novel tentang sihir. Novel ini mampu menyihir.

Keberanian. Pilihan. Kasih sayang. Cinta tanpa tanda jasa. Persahabatan. Kepercayaan. Semua itu bisa didapatkan dari tujuh novel dalam seri fenomenal karangan J.K. Rowling, Harry Potter.

Sebut saya mainstream dan sebagainya, tapi novel yang paling saya suka sepanjang masa dan menginspirasi hidup saya adalah serial Harry Potter. Saya sudah cinta novel ini jauh sebelum novel ini meledak di Indonesia. Saya membaca novel ini bukan karena ikut-ikutan atau karena seri novel ini booming.

Saya mencintai novel ini, karena memang novel ini menginspirasi saya.  Dari dulu hingga kini.

Harry Potter adalah novel pertama yang mampu menyihir saya hingga mampu langsung membaca habis sampai halaman terakhir. Tanpa jeda. Novel yang tidak bisa saya tutup sebelum kalimat terakhir terbaca. Seluruh serinya, ya, seluruh serinya selalu seperti itu.

Novel yang sejak seri pertamanya muncul, selalu saya nantikan dengan penuh harap peluncuran seri selanjutnya.

Magical.

Kata Clara Ng – penulis  novel bestseller – novel yang luar biasa adalah novel yang mampu menggerakkan kita untuk menulis. Dan saya merasakan itu setiap kali saya membaca Harry Potter. Saya tergerak untuk menulis.

Seakan imajinasi saya dipacu, seakan imajinasi saya berhamburan keluar. Seakan saya diingatkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama ada usaha dan kemauan. Rowling yang miskin hingga menulis di atas tisu, bisa menjadi wanita terkaya di Inggris. Luar biasa. Membuat saya tergugah.

7fe94849429f2a5c3894f336ef582c2e

.

Saya terhipnotis bukan hanya oleh kepiawaian Rowling dalam menciptakan sebuah dunia sihir yang luar biasa detail dan menakjubkan. Dunia sihir yang bahkan membuat imajinasi saya mengangkasa.

Saya juga dibuat tertegun oleh kalimat-kalimat inspiratif penuh moral yang Rowling selipkan dalam tiap pembicaraan – biasanya melalui tokoh Albus Dumbledore – maupun melalui kejadian-kejadian simpel.

 .

Salah satunya, seperti yang saya kutip di awal, kutipan dari Dumbledore, bahwa pilihan kitalah yang menunjukkan siapa diri kita sendiri, jauh melampaui kekuatan kita. Dengan kekuatannya yang luar biasa, bisa saja Dumbledore menguasai dunia untuk kejahatan. Tapi Dumbledore memilih untuk tidak melakukannya.

Kalimat tersebut, membuat saya tersentil. Setiap kali saya tergoda untuk membalas kejahatan orang lain saat saya disakiti, saya teringat kalimat tersebut. Saya mampu berbuat lebih jahat, namun saya memilih untuk tidak mendendam. Atau setiap saya tergoda untuk berbuat curang. Saya mampu berbuat curang, tapi saya memilih sebisa mungkin tidak melakukannya.

Pilihan kitalah yang menentukan seberapa mulia kita.

~o~

.

 Happiness-can-be-found-even-in-the-darkest-of-times

Happiness can be found even in the darkest of times,

if one only remembers to turn on the light.

J.K. Rowling, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban.

 .

Kemudian, kekuatan dan keberanian. Ya, saya belajar tentang kekuatan dan keberanian dari karakter Harry, Snape, bahkan Tom Riddle aka Lord Voldemort. Mereka semua punya latar belakang sama. Sendirian, mengalami ketidakadilan dari sekitar, tersakiti di masa kecil, ditindas, dikucilkan, dan sebagainya.

Namun, apakah mereka lantas menyerah begitu saja? Tidak. Mereka justru tumbuh menjadi karakter yang luar biasa kuat. Karakter-karakter pemberani dan pantang menyerah.

Oke, meskipun Tom Riddle salah menggunakan kekuatan yang dimilikinya dan menggunakannya untuk kejahatan, tapi mau tidak mau kita harus mengakui kehebatannya dalam melawan keadaan. Dia tidak putus asa dengan masa lalunya yang kelam. Dia berusaha bangkit.

Begitupun Snape dan Harry. Mereka luar biasa pemberani. Membuat saya mampu bangkit dan berdiri tiap ada masalah. Saya suka salah satu kutipan dari Harry, “I don’t go looking for trouble. Trouble usually finds me .”

Yap, masalah memang akan selalu menemukan kita, kan?

Dan apakah Harry menyerah saat menghadapi masalah-masalah tersebut? Tidak.

Dia mengerahkan seluruh keberaniannya untuk menghadapinya. Dia melawan semua ketakutannya. Jadi, kenapa kita tidak melakukan itu? Melawan musuh terbesar kita, yaitu diri sendiri.

Yang saya suka adalah, Rowling tidak menciptakan karakternya dengan sempurna. Ya. Harry tidak sempurna. Dia punya ketakutan-ketakutan yang riil. Dia pun kadang mengambil pilihan atau langkah yang salah. Itulah yang membuat saya merasa dekat dengan tokoh Harry.

 .

~o~

.

Albus Dumbledore JK Rowling quotes

 

Do not pity the dead, Harry. Pity the living, and, above all, those who live without love.

J.K. Rowling, Harry Potter and the Deathly Hallows.

 

 .

Kekuatan paling besar yang dapat saya petik dari novel Harry Potter ini adalah Cinta.

Cinta luar biasa magis. Cinta tanpa tanda jasa. Cintalah yang membuat Lily mengorbankan nyawanya untuk memproteksi Harry.

Cintalah yang membuat Severus Snape berubah ke jalan yang benar, bersedia mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk melindungi Harry dengan cara menjadi agen ganda.

Sebegitu besar cinta Snape, sampai saya tidak bisa untuk tidak terharu atau menangis setiap membaca chapter Prince Tales. Bab yang mengungkap semua tabir kebenaran. Yang membuat saya belajar akan cinta tulus yang tidak pernah padam. Membuat saya belajar untuk mencintai sepenuh hati, tanpa mengharapkan imbalan apapun.

.

Harry Potter quotes

 

.

Sebegitu hebatnya Rowling menciptakan twist, memainkan emosi, membuat saya membenci Snape setengah mati ketika dia membunuh Dumbledore, kemudian perasaan saya dipeluntir 180 derajat ketika terbuka semua kebenaran.

Magical.

Membuat akhirnya, setelah membaca buku ketujuh, tokoh terfavorit saya berubah bukan lagi Harry atau Dumbledore, melainkan Severus Snape. Karakter paling kompleks yang pernah diciptakan oleh Rowling.

Dari Severus Snape pula saya belajar untuk tidak menghakimi orang dari penampilannya saja. Bahwa orang seperti Snape, yang terlihat luar biasa jahat, dengki, dan sebagainya, ternyata menyimpan cinta murni yang luar biasa indah.

.

JK Rowling Albus Dumbledore Quotes

Melalui buku ini pula saya memahami, melalui Dumbledore dan kepercayaannya yang begitu besar, bahwa selalu ada sisi baik dari tiap manusia.

Seperti Dumbledore yang berani menaruh kepercayaan pada Snape. Percaya bahwa akan selalu ada kesempatan kedua bagi mereka yang bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Bahwa kesempatan kedua itu pantas diberikan.

Saya juga belajar arti kesetiaan yang besar dari persahabatan Harry – Ron – Hermione. Saya mengagumi betapa loyal Ron dan Hermione kepada Harry.

.

hermione quotes harry potter

.

Seperti ketika Harry menjadi orang yang paling dibenci dan dimusuhi nomor satu di Hogwarts, Hermione tidak pernah sedikit pun meninggalkan Harry. Begitu pun dengan Ron yang merasa berada di bawah bayang-bayang Harry, pada akhirnya Ron tetap memilih untuk setia pada Harry sampai akhir.

Menurut saya mendapatkan teman itu mudah, namun mendapatkan sahabat yang mampu benar-benar setia dan tidak mengkhianati kita itulah yang susah.  Maka, beruntunglah kita yang mendapatkan sahabat-sahabat sejati seperti Hermione dan Ron.

Sahabat yang mau terus bersama kita disaat suka maupun duka. Luar biasa, bukan? Membuat saya tergugah dan makin menyayangi sahabat-sahabat saya yang mau ‘masih tinggal’ ketika saya sedang berada di titik terlemah, ketika saya berada dalam titik terbawah.

 .

~o~

.

 Harry Potter Books

.

Jika ada yang bilang, buku bagus adalah buku yang membuat kita merasa kehilangan seorang teman saat membaca halaman terakhirnya, itulah yang saya rasakan ketika saya menamatkan serial Harry Potter.

Saya seperti kehilangan teman baik saya. Teman baik yang menemani saya tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun. Yang mampu saya baca hingga berulang kali tanpa bosan. Yang menemani saya tidur, makan, dan sebagainya.

Dan di atas itu semua, seri Harry Potter ini mampu menginspirasi saya untuk menulis. Untuk mengejar impian saya. Menginspirasi saya untuk berani menghadapi kehidupan. Berani untuk hidup.

Terima kasih novel Harry Potter. Terima kasih J.K. Rowling, terima kasih telah menciptakan rangkaian novel yang magical dan luar biasa.

 .

.

-o-

It does not do to dwell on dreams and forget to live, remember that.

J.K. Rowling, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone,  melalui Albus Dumbledore.

-o-

.

Always Alan Rickman

 

 

.

.

.

.

*Catatan ini dulu kutulis untuk project #Read2Share milik Nulisbuku dengan judul Magical. Proyek itu tentang “Novel apa yang menginspirasi kita, dan mengapa?”

Dan iya, aku Potterhead. Cinta mati sama Harry Potter series. 

Dari dulu, hingga kini, dan sampai nanti. Always. Hihihi.

Dan ini hanya catatan mengenai bagaimana Harry Potter menginspirasiku, bukan resensinya. Kalau disuruh nulis resensinya, wuah, buanyaaaaak banget yang bisa dikupas, dan bisa-bisa nulisnya tujuh hari tujuh malam. Hihihi. 

Semoga catatan ini dapat bermanfaat yaa ^^

xoxo,

Chocokailate 

Advertisements

18 comments

  1. first??
    aku juga suka harry potter dari dulu dan selamanya..
    i like all books… novel ini ga cuma bercerita tapi bisa nunjukkin semangat,, keberanian dan banyak hal baik yg bisa dicontoh yg ga bs disebutin satu”

    terima kasih buat chocokailate yang sudah mengulas kembali buku ini dan mengingatkan quote” yg menginspirasi…

    Like

  2. baru beberapa hari yang lalu nonton ulang harry potter and the deathly hallow, dan searching di youtube ttg behind the scene filmnya, dan skrg baca tulisan ini..

    novel harry potter memang magical, phenomenal dan unforgetable… dan benar jk rowling menciptakan karakter yang ga sempurna (contohnya harry dan dumbledore yang kadang2 membuat keputusan2 yang salah)

    JK rowling tidak hanya menerbitkan novel tapi juga menciptakan sebuah dunia yang kompleks.. dan jujur saya belum pernah membaca novel selain harry potter yang mampu membuat saya sedih ketika menutupnya, menyadari bahwa tidak ada yang ditunggu lagi ketika menyelesaikan buku (atau film) ketujuh.

    after all this time??? always

    Like

  3. Always…..walaupun saya gak punya ke 7 bukunya tapi saya juga penikmat film’y sejak awal…suatu kesempatan langka yg gak boleh terlewati bila serial harpot ditayangkan di tv…hehe maklum kekaguman saya mentok di biaya. Saya setuju sama kamu cingu…dan kamu buat saya iri dan menumbuhkan ide gila dlm otak saya untuk balik lg ke gramed akhir bulan ini dan menguras gaji saya bulan ini untuk berburu 6 buku yg belum sy miliki-kebetulan sy bru punya yg k 7-dan saya yakin jika itu terjadi akan ada rentetan kalimat panjaaaaaang yg akan disuguhkan oleh ibu saya ketika saya pulang. Oke,mungkin saya akan membelinya sembunyi2 hahaha….oia serial yg paling sy suka prisoner of azkaban itu serial harpot yg bikin saya masih menganga setiap kali nonton film’y…masih sulit dipercaya seseorang bisa berimajinasi sampai sehebat itu seakan dunia sihir yg ada di harpot itu nyata dan pernah ada bukan hanya sekedar fiksi. Seakan itu dunia hanya milik kak Rowling saja. Kamy benar cingu imajinasi sy seakan mengangkasa…J.K Rowling benar2 detail menggambarkan semua aspek dlm harpot…. seperti mengutip kalimat albus untuk snape “After all this time?” “Always” hahahaha….jadi pengen nonton harpot lagi sih ah kamu sih….

    Like

  4. Seorang penulis beneran bacaan kesukaannya memang gak main2 y semua buku yg pernah di resensikan di saladbowl tidak pernah yg ece2 saya jadi merasa kesukaan saya pada dunia menulis masih dangkal….saya suka kalian. Hahaha apaan sih ini…

    Like

  5. Kak, ternyata kita samaan! Aku potterhead juga, loh. B)

    Sama kayak kak Hilda, aku juga ngerasain hal yang sama ketika membaca Harry Potter. Dulu, aku baru beli Harry Potter pas seri tujuhnya keluar, dan novel yang kubeli malah dari sekuel keduanya. Lol.

    Ketika pertama kali membaca dari sekuel keduanya, memang sedikit nggak nyambung. Kepala terus-terusan nanyain “Siapa ini Hermione? Siapa ini Ron?” tapi akhirnya semuanya ngalir begitu aja, dan aku mulai menikmati konflik di novelnya.

    J.K Rowling adalah salah penulis paling favoritku sepanjang masa. Dia itu jenius banget nentuin konflik yang bakal dia angkat. Semuanya tersusun rapi, dan selalu terselip kalimat inspiratif. Aku sedih banget pas udah selesai ngebaca sekuel tujuhnya. Berasa kayak, “Ya ampun, kok udah selesai aja.”

    Dan, satu lagi. Severus Snape, dia karakter yang keren banget. Dia nggak tanggung-tanggung melakukan segalanya demi cintanya. Hiks.

    Inti dari intinya, Harry Potter ini adalah buku yang pengen banget aku warisin ke anak cucuku nanti. Banyak banget pelajaran yang bisa dipetik. 🙂

    Like

  6. Meskipun aku nggak bisa dibilang potterhead tapi cerita Harry Potter adalah salah satu cerita favoritku. Ada banyak pelajaran yang aku dapat dari cerita ini, nggak jarang aku ikut ketawa bahkan nangis karenanya.
    Harry Potter tumbuh bersamaku sejak aku SD dan papaku beliin aku VCD Harry Potter seri pertama yang awalnya kukira film natal saat melihat Dumbledore di sampulnya. hahaha…
    Aku udah rekomen tulisan mbak ini ke temenku yang potterhead. Siapa tau kalian bs saling tuker cerita. ^^

    Like

  7. Eon,did u know?aku nangis baca post ini.serius.
    Aku ngrasain juga apa yg eon rasain sama novel ini.
    Banyak yg komentar buat apa sih suka film Harry Potter,sihir itu ga ada,sihir itu berasal dr setan.
    But,bukan ttg sihir yg aku dapet dari novel ini,mlainkan ttg cinta kasih,kesetiaan,kekeluargaan,juga persahabatan.
    Aku ngerasa bener2 tergugah sama isi semua novel ini.
    Beda dg novel2 lain yg cuma fokus ke cinta,ato cma ke pngorbanan,ato ambisi.
    It’s different.
    Aunt Rowling bisa mengemas semua aspek jd satu.
    Aku juga nangis tiap liat Halfblood Prince,bner2 kagum sama sosok Snape.
    Cinta memang bisa mengalahkan semuanya.
    Dg cinta Lily nglindungin Harry,dg cinta Snape berani berbalik arah untuk nglindungin Harry,dg cinta Harry ngdapetin kluarga spt Weasleys,dg cinta Harry punya sahabat yg bner2 setia.dan dg cinta Harry bisa ngalahin Voldemort.
    Quote yg didapet ngasih kita pelajaran banyak bgt.
    Untuk tdk serakah,tdk mudah menyerah.
    Dan ceritanya jg punya ending yg seharusnya ada ktika perang berakhir.
    Pihak yg menang dan yg kalah udah pasti akan ada korban.ga mungkin pihak yg menang akan menang seutuhnya.
    Mungkin aku harus berterimakasih ke om q yg udh ngenalin aku ke Harry dkk.
    Aku mmg blum bsa mmpraktekan smua yg aku dpet dr sana,tp slama ini q slalu mncoba.
    Bkankah novel ini bener2 brmanfaat klo kita ngambil sisi positifnya?
    Dan aku mmg mrsakan itu 😀

    Like

  8. aaaa…. kenapa tiba2 ada post2 an ini???
    q emang lagi suka2 nya sama harry poter *telatbangetsukanya* dan ketika ada post2 an tentang ini langsung seneng banget…. aaaa!!!
    sebetulnya tau harry poter itu udh lama, waktu SD (?) tapi mungkin pikiran anak SD gak bisa menjagkau dunia sihirnya harry yang begitu rumit jadi baru paham harry potter secara betul2 itu waktu SMP sampe SMA sekarang…. *duuh*
    harry emang tokoh yg pemberani deh.. ditengah kesendiriannya yg gak punya siapa2 dia tetep bisa bisa berjuang, kadang suka mikir harry aja yg sendirian bisa, masak aku yg ada banyak orang yg lebih ngedukung gak bisa sih… dan itu langsung jadi semangat 😀
    bener kata kak dista, snape emang ngajarin kita untuk gak liat orang dari penampilan nya aja, tapi harus dari dalam diri orang itu 😀

    Like

    1. eeehhhhh sorry…sorry ini kak Chocokailate yah?? q malah nulisnya kak dista.. maklum lah semua author disini pada mempesona, jadi aku rada2 rabun gitu *bilang aja pas baca ini pengen nangis terharu terus mata rabun*

      Like

  9. setuju bgt dah sama semua yg ketulis di sini.
    dulu, jaman sy msh SD sampai SMA (Deathly Hallows rilis) mau tidur mau makan aja yg dbwa buku harry potter.
    nge-fans sampai mati pokoknya.
    “After all this time?” | “Always” :)))

    Like

  10. halo?
    mungkin ini pertama kalinya aku comment untuk si penulis artikel ini, aku ardan salam kenal 🙂

    dan entah aku yang sensitif atau apa tapi resensi ini ngingetin aku lagi gimana aku sangat menyukai harry potter dan baca ini dari awal ampe akhir mataku berkaca-kaca,

    agak lebay kayaknya tapi ya gimanapun juga harry potter termasuk bagian memori masa kecil, jadi bawaannya terharu gitu :’))

    dan yeah sesuai judulnya : After All This Time? Always itu tuh benere bangett huhuhu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s