[ONE SHOT] XOXO Baekhyun!!!!

1

Menjadi pacar seorang Byun Baekhyun itu gampang-gampang susah. Bukan hanya karena dia seorang yang sibuk tetapi juga karena kepribadiannya yang kadang suka mengikuti arah angin berhembus. Kadang ke barat, timur, selatan, utara bahkan tenggara.

Atau yang lebih parahnya lagi, Byun Baekhyun itu benar-benar seperti angin, bisa dirasakan namun kasat mata. Baiklah, aku hanya melebih-lebihkan soal yang kasat mata itu namun sisanya itu benar adanya.

Pertama kali mengenal Byun Baekhyun itu adalah ketika kami duduk di bangku SMA. Baekhyun itu adalah murid populer. Walaupun dari segi tampang tidak terlalu menjual, namun dengan modal suara yang khas serta sifat yang sedikit jual mahal itu membuat kharismanya bertambah seratus kali lipat.

Sedangkan aku? Hei jangan harap kalian menemukan cerita-cewek-kuper-yang-jatuh-cinta-dengan-idola-sekolah disini. Mungkin akan terkesan sedikit sombong namun demi kalian akan kuperkenalkan diriku.

Aku Jung Haneul, kapten tim basket putri Jungwon High School. Cewek periang, ramah, mudah bergaul dan rajin menabung. Dengan tinggi 178cm dengan mudah melakukan tugas seorang center[i]dalam tim serta dijuluki ratu rebound[ii] di angkatanku.

Sebagai orang yang punya andil cukup besar mengantarkan tim basket putri sekolah sebagai juara umum liga basket putri antar SMA, tentu hal ini membuat pamorku semakin meningkat. Dilihat dari segi fisik, aku cukup menarik. Badan tinggi semampaiku ini banyak yang bilang mirip model yang berjalan di panggung runway.

Seperti biasa, sesuatu yang popular itu selalu mendatangkan minat. Seperti efek Baekhyun bagiku. Dan yah tentu saja efek diriku bagi orang lain. Cowok lain. Dan itu bukan Baekhyun. Perlu kuulangi? Bukan B-A-E-K-H-Y-U-N. Jangan tanya kenapa.

Pada awalnya aku pikir karena aku kurang menarik. Aku sudah berkonsultasi dengan Jung Raeeun ratu kencan di sekolah. Dia menyarankanku untuk sedikit flirting dengan vokalis mungil itu. Tapi tapi tapi … Justru yang terkena efek flirtingku itu bukan Baekhyun, melainkan pasangan siam nya, sang gitaris Park Chanyeol.

Aku bukannya membenci Chanyeol, dia cowok yang sangat menarik, lucu, dan selalu sukses membuatku tertawa. Namun yang namanya suka itu kadang memang tidak tahu diri. Si ‘suka’ itu selalu memilih orang yang tidak terduga dan yang pasti sulit didapat.

Seperti saran di majalah – aku membelinya dengan saran Raeeun –  ketika kamu suka sama seseorang maka berilah perhatian. Baiklah, akan aku coba.

***

Sore itu langit bersinar cerah, dan latihan basket diliburkan karena separuh tim berhalangan hadir. Bila kebetulan itu tidak ada maka kuanggap ini sebagai pertanda. Aku dengan semangat masih berlama-lama di sekolah.

Kelas bimbingan belajarku masih jam 7 malam. Sedangkan sekarang waktu masih menunjukkan pukul empat lebih lima puluh tiga menit waktu Korea Selatan. Jadi masih ada waktu dua jam lagi hohoho

Kulangkahkan kaki menuju ruang musik. Dari jauh kudengar The EXO sedang latihan lagu kebangsaan mereka, MAMA.  Namun sepertinya kali ini MAMA dibuat versi rock, setelah kemaren dicoba versi jazz.

Kulihat ada beberapa anak perempuan – sepertinya adik kelas – sedang bergerombol di pintu masuk ruangan. Aku tidak heran, karena kalau kalian mau tahu The EXO  itu adalah tempat dimana para cowok ganteng idola sekolah bernaung. Mari kukenalkan satu persatu.

Yang pertama adalah Kris Dhuizang – Drummer

kris

Penggebuk drum asal Guangzhou – China ini sebenarnya ditemukan secara tidak sengaja oleh anggota band The EXO. Sebelum Kris, posisi drummer diisi oleh Kim Jongin, cowok berkulit gelap yang kalau senyum bisa membuat semua hal menjadi tampak manis.

Hanya saja pada akhirnya Jongin lebih memilih membela tim sepakbola dengan cowok imut bernama Luhan. Dan Kris yang juga menjabat sebagai kapten tim basket putra pun akhirnya ikut menduakan timnya dengan bergabung di The EXO. Kris berperawakan tinggi, kurus seperti ring basket, bisa ditebak dia pun menduduki posisi center.

Kedua, Park Chanyeol – gitaris

chanyeol

Chanyeol ini setipe dengan Kris, tipe cowok ‘kutilang’ alias kurus tinggi langsing. Hanya saja, kalau Kris jarang tersenyum maka Chanyeol adalah the King of Smile.

Bagi Chanyeol motto dalam hidupnya adalah tersenyumlah selagi kamu bisa, karena tersenyum akan membawamu dalam kebahagian. Agak antik memang, namun jika dipikir-pikir sebenarnya motto Chanyeol itu ada benarnya juga.

Ketiga, Zhang Yixing – keyboardis

lay

Yixing yang akrab di sapa Lay ini adalah anak manis berlesung pipi pindahan dari Changsa – China. Sama seperti Kris, Lay masuk ke Jungwon High School melalui jalur prestasi non akademik.

Kalau Kris direkrut untuk memperkuat tim basket putra, maka Lay direkrut untuk membuat ‘Jungwon-Dance’ semakin bersinar. Lay dilatih secara intensif oleh seniornya Lee Taemin sebelum kemudian diajak Kris untuk ‘mendua’ dengan The EXO.

Keempat, Kim Min Seok – bassis

xiumin

Minseok yang punya nama panggung XiuMin ini adalah cowok berwajah anak-anak dengan pribadi yang dewasa. Namun pipi bulat nya itu terkadang membuatnya menjadi bahan mainan teman-temannya.

Kris bahkan sering menyodok-nyodok pipi Xiumin dengn stik drum. Atau Baekhyun yang berusaha ratusan kali untuk menggigitnya, hanya saja XiuMin pandai menghindar.

Kelima, Byun Baekhyun – vocalist

baekhyun new

Menurutku Byun Baekhyun adalah yang paling tampan di mataku. Apa ini perlu dilanjutkan? Baiklah akan kulanjutkan. Byun Baekhyun ini sekelas denganku. Orangnya cuek terkesan tidak peduli, berakting cool dan sok dewasa. Padahal aslinya sangat tidak bisa diam, perhatian, dan manja.

Eerrr manja disini tuh bukan dia anak manja yang tidak bisa apa-apa namun lebih kepada suka merajuk. Byun Baekhyun selalu tidur teratur karena ia percaya dengan begitu tubuhnya akan lebih tinggi. Byun Baekhyun tidak suka udara dingin.

Byun Baekhyun sangat suka menyanyi. Byun Baekhyun berkulit pucat namun ia menyukai kulitnya itu. Byun Baekhyun beraroma mint dan aku bisa mengenali aromanya dari jarak dua meter. Byun Baekhyun … ehem … ini sudah cukup sepertinya.

Kembali dalam misiku untuk memberinya perhatian, perlahan aku ikut berdiri dibelakang adik-adik kelasku itu. Tiba-tiba saja perutku mulas, ini adalah penyakit langgananku ketika grogi. Dan jujur selama 2 tahun menyukai Baek Hyun aku tidak pernah berani menatap matanya.

Namun aku memantapkan diri. Berdehem pelan, mereka yang sedari tadi bergerombol itu membubarkan diri setelah memberi anggukan hormat. Bukankah itu sikap biasa dari hoobae ke sunbaenya?

Kudorong pintu ruang musik perlahan.

“Hai…” sapaku riang. Kusunggingkan senyum terbaikku.

Dan Jung Ha Neul tidak pernah gagal mendapatkan respon dari cowok manapun, termasuk Byun Baekhyun.

“Haneul-a.. apa yang kau lakukan disini? Apakah kau ada latihan basket?” suara Baekhyun lembut menyapaku.

Seketika kerja otakku tidak berfungsi. Aku mematung sama seperti Lay di ujung ruangan yang memandangku penuh minat. Chanyeol berjalan mendekat dan berdiri di samping Baekhyun. Aku menghindari tatapan Baekhyun dan perutku pun semakin mulas.

“Aku hanya kebetulan lewat … Channie apakah kau sudah makan?”

Aaaiishh bodoh bodoh kenapa aku malah menanyakan ke Chanyeol bukanya Baekhyun. Dan sekarang lihat, Baekhyun meninggalkanku berdua dengan Chanyeol. Ingin rasanya ku benturkan kepalaku ke pintu belakangku. Huhuhuhu Baekhyun jangan tinggalkan aku dengan si gigi besar-besar ini. Itu salahmu sendiri Jung Ha Neul, seru suara di kepalaku berteriak keras.

Semenjak kejadian itu, Chanyeol dan aku menjadi sahabat. Karena ternyata Chanyeol sudah tau kalau aku sebenarnya menyukai Baekhyun. Chanyeol punya insting yang kuat namun sialnya dia tidak mau membantuku.

Karena Baekhyun itu orang yang angin-anginan dan Chanyeol yang lagi disibukkan dengan proyek matematikanya itu, tidak ingin terbebani. Chanyeol akan mewakili sekolah untuk ikut olimpiade matematika. Paling tidak si cungkring ini berguna hihihihi

Tidak seperti berteman dengan Chanyeol yang penuh tawa, berteman dengan Baekhyun itu banyak menimbulkan penyakit. Diantaranya penyakit susah tidur, suka berhalusinasi, resah dan jantung berdebar diluar batas normal. Itu tidak baik apalagi dalam jangka waktu menahun, bisa membuat efek yang semakin parah, Baekhyunius kronis stadium 6. Kenapa enam? Karena enam adalah tanggal lahir Baekhyun. Cukup Jung Ha neul!!!

***

Keesokan harinya aku memulai misiku kembali. Kali ini aku mengikuti nasehat yang kuambil dari drama-drama favoritku, yaitu buatlah kebetulanmu sendiri. Aku sudah menghafal kebiasaan Baekhyun, bahwa pada jam istirahat sebelum makan siang, Baekhyun akan ke perpustakaan.

Dalam drama, perpustakaan adalah tempat keramat selain coffe shop dan aku yakin kali ini akan sukses. Kukibas poniku dan berjalan ala model catwalk menuju perpustakaan.

Aku mengintip di sela-sela lemari buku. Baekhyun sedang berada di deret lemari di depanku. Ia terlihat kesusahan mengambil buku di rak paling atas. Reflek aku menjangkau  buku itu.

“Kau butuh ini?” tanyaku selembut mungkin.

“Eerr.. iya terima kasih” Baekhyun mengambil buku itu lalu berlalu begitu saja.

Hening.

Hanya begitu?

Tidak ada percakapan malu-malu seperti dalam drama? Wait, adegan itu kan seharusnya dari cowok ke cewek, bukan malah sebaliknya. Oh sial, pasti Baekhyun merasa aneh sekali dengan kejadian tadi.

Aarrggghhhh sial sial sial, baru kali ini aku merasa risih dengan tinggi badanku. Huhuhuhu Baekhyun kembalilah kita reka ulang adegan tadi.  Bodoh, itu tidak mungkin Jung Ha Neul!!!

Namun ternyata dewa langit masih sayang dengan Jung Haneul, kesempatan berikutnya itu datang dengan sendirinya. Kala itu aku sedang duduk sendirian di kelas.

Tidak seperti biasanya yang langsung kabur ke kantin begitu jam istirahat berdering, kali ini aku lebih memilih meletakkan kepalaku di atas meja dan memejamkan mataku.

Aku lagi kurang enak badan. Seperti mau flu dan itu sangat tidak enak. Pintu kelas tiba-tiba bergeser terbuka, aku tersentak bangun. Kemudian muncullah sosok imut favoritku. Baekhyun menduduki kursi kosong tepat di depanku.

”Haneul-ah kau sudah makan? Bagaimana kalau temani aku makan, aku lapar sekali dan belum sempat makan,” ajak Baekhyun.

Namun kesempatan berharga itu kulewati begitu saja dengan berkata,

”Aku lagi tidak enak badan Baekhyun-ah, maaf tidak bisa menemanimu, aku ingin tidur disini saja sebelum bel instirahat berakhir,” jawabku malas.

Baekhyun tersenyum mahfum dan beranjak meninggalkan kelas. Dan ketika pintu geser itu tertutup aku baru berfikir, kenapa tidak kuiyakan saja tawarannya tadi, toh tidak perlu makan, aku bisa menemaninya makan. Duduk berdua satu meja di kantin.

Oh demi lesung pipi Lay, aku benar-benar bodoh. Saat aku menceritakannya pada Chanyeol di kantin pada jam istirahat berikutnya, dia hanya mengelus kepalaku dan berkata,

”Kau tidak bodoh Haneul-ah, kau IDIOT!!!!!”

Sahut Chanyeol sembari berlari ke dalam kelas meninggalkanku termangu di depan kantin. Aaarrrrggghhh kubuang kau ke Afrika Park Chanyeol!!!!

Semenjak saat itu aku berhenti untuk melakukan hal-hal konyol hanya untuk bisa mendapat moment bersama dengan Baekhyun. Kusibukkan diri dengan belajar dan berlatih basket. Dan Baekhyun sendiri juga sibuk dengan The EXO.

Hingga suatu ketika – aku bersumpah ini adalah hal paling sweet seumur hidupku – tidak tahu bagaimana takdir ini berjalan tiba-tiba saja aku menemukan Baekhyun di lapangan bermain basket sendirian.

Saat itu sudah hampir malam. Setelah membersihkan diri, aku baru sadar kalau handband kesayanganku ketinggalan di bangku lapangan. Disaat aku berniat mengambilnya kembali aku mendengar ada suara bola memantul di ring.

Awalnya aku takut dan berniat merelakan handband ku jika hilang, namun ternyata rasa penasaran mengalahkan segalanya. Dan ternyata aku tidak menyesal ketika mengetahui siapa yang melemparkan bola basket itu ke dalam ring.

“Aku tidak menyangka kau bisa bermain basket Baekhyun-ah,” sapaku.

Baekhyun menoleh dan tersenyum. Ia tidak menjawab dan kembali melakukan lay up[iii] sederhana dan HUP! benda bundar itu dengan mulus masuk ke dalam ring.

Baekhyun men-dribble[iv] bolanya santai, sembari mengambil jarak yang cukup jauh dari ring. Sedangkan aku hanya duduk diam menyaksikan pemandangan langka ini.

“Lihat aku baik-baik Jung Ha Neul, aku berlatih cukup keras untuk ini. Jadi kupersembahkan three-point shoot[v] ini khusus untukmu,” Baekhyun mengucapkan itu sembari mencari posisi yang nyaman.

Mengangkat tinggi bola hingga diatas kepala, kemudian melemparnya dengan anggun dalam sekali lenturan pergelangan tangan.

Bola melengkung jauh … sempurna … dan …

SLAK!!!

Masuk ke dalam ring dan memantul perlahan. Aku bergeming dengan mata terbuka lebar. Yang kuingat terakhir kali adalah Baekhyun menghampiriku dan tersenyum lembut. Kemudian semuanya gelap.

***

Sejak saat itu aku dan Baekhyun resmi berpacaran. Tahu tidak dia menyatakan perasaannya padaku itu di atas scooter kuning kesayangannya. Kronologisnya, Saat itu Baekhyun berangkat ke sekolah dengan membawa scooter kuningnya. Namanya ChanChan.

Terdengar familiar? Benar itu adalah nama sayang Baekhyun buat Chanyeol, dan karena Baekhyun juga menyanyangi scooternya sama seperti dia menyanyangi Chanyeol, maka scooter itu diberi nama yang sama dengan sahabat siamnya itu.

Kata Baekhyun, scooternya ini memang mirip Chanyeol yang sukanya merepet tidak karuan dengan suara berat ala truk molen. Itu lho truk yang biasa digunakan untuk mengaduk semen hihihihhi. Oke kembali ke cerita, saat itu aku dan Baekhyun menaiki ChanChan dengan riang.

Sebenarnya tidak sepenuhnya riang, karena kakiku panjangku yang diatas rata-rata membuatku terlihat seperti sedang berjongkok diatas scooter. Dan itu sangatlah menyebalkan karena Baekhyun tidak terlihat seperti mengangkut seorang gadis eerr ….

Ditengah jalan menuju rumahku Baekhyun bertanya di sela-sela angin yang menderu, bahwa dia ingin aku menjadi pacarnya. Tentu saja aku mau. Namun tiba-tiba  ChanChan berulah. Ia merepet keras dan berakhir dengan batuk-batuk.

Endingnya ChanChan mogok. Baekhyun bilang mungkin ChanChan cemburu. Aku tersenyum, dan sore itu kulewati hari pertamaku menjadi pacar Baekhyun dengan mendorong ChanChan mencari bengkel terdekat, romantis bukan??

Sejak saat itu dimulailah hari-hariku menjadi pacar Baekhyun sang dewa angin. Bukan karena dia suka buang angin bukan, itu julukan Kris bukan Baekhyun.

Baekhyun itu adalah tipikal pacar yang tidak suka mengumbar kemesraan. Namun tidak-mengumbar-kemesraan versi Baekhyun itu berarti harus bersabar dengan semua sifat cueknya itu.

“Kau tau sendiri kan, Baekhyun itu memang seperti itu. Dia akan romantis dengan caranya sendiri. Coba kau yang lebih agresif,” saran Chanyeol padaku di suatu siang.

Saat itu aku memang bercerita pada Chanyeol sembari makan jjangmyeon favoritku dengan semangat hingga berbunyi sluurrppp. Sementara Chanyeol membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan dua potongan besar kimbab sekaligus.

Kami berdua memang punya kebiasaan makan yang cukup barbar, suatu hal yang tidak bisa kulakukan dengan Baekhyun mengingat cara makannya yang sangat beradab.

“Tapi Chanie-a aku juga ingin berpacaran dengan normal. Berkencan di akhir minggu, mendapatkan hadiah kejuatan, di kirimi pesan mesra dan lain sebagainya,” rajukku.

Chanyeol menatapku iba. “Percayalah padanya Haneul-ah. Aku tahu Baekhyun, dan aku yakin dia pasti punya alasan untuk itu,” ucapnya.

Aku tertegun, mungkin memang aku yang terlalu banyak menuntut.

“Kau tahu, aku selalu iri dengan kalian. Menurutku kalian adalah pasangan langka. Bagaikan jempol dan jari telunjuk, Baekhyun jempolnya dan kau telunjukknya muahahahahaha Katakan padaku apakah Baekhyun berjinjit untuk menciummu?,” Chanyeol tergelak puas.

Segera saja kutarik telinga Chanyeol yang sudah seperti Mickey Mouse itu sampai ia menjerit minta ampun. Rasakan kau tiang listrik menyebalkaaaaaannnn!!!!

***

Baekhyun masih tetap seperti itu. Ketika aku meneleponnya dia hanya bilang bahwa dia lagi bersama The EXO dan tidak mau diganggu. Ketika ku sms dia bilang dia sedang sibuk dengan jadwal bimbingan belajarnya yang mencekik leher.

Saat akhir pekan dia hanya mengirimiku pesan “Happy Sunday ^^” dan sampai minggu berikutnya isi smsnya juga masih sama “Happy Sunday ^^”  Kata Raeeun, cara Baekhyun memperlakukanku itu sebenarnya sangat imut.

Namun Raeeun bilang tidak ada salahnya jika aku mencari suasana baru. Yah sekedar meyakinkan diri bahwa Baekhyun masih yang terbaik. Aku menolak, begini-begini aku adalah tipikal cewek setia. Namun tak urung aku juga mulai memikirkan saran sesat itu. Sebatas khayalan saja sebenarnya. Dan beberapa nama muncul di kepalaku.

Kandidat nomer satu, Kim JunMyeon

suho

Cowok kalem dari kelas sains. Junmyeon atau yang biasa di sapa Suho ini tipikal cowok tenang tapi menghanyutkan. Menghanyutkanku dalam mimpi buruk karena ketika aku berniat mengobrol dengannya, yang ada malah dia mengajari les privat kalkulus kepadaku.

Dia gemas karena aku tidak bisa menyelesaikan soal kalkulus yang mudah. Oh tidak, aku alergi kalkulus!!! Kandidat pertama, gagal.

Kandidat nomer dua, Oh Sehun

sehun

Cowok tinggi pucat dengan muka dingin seperti vampire. Awalnya aku sempat tertarik dengannya, namun saat melihat Sehun bergelayut manja di lengan Luhan dan merengek minta dibelikan segelas bubble tea, aku merasa bahwa aku ingin pacaran bukan mengasuh bayi. Coret nama Oh Sehun dari daftar.

Dan kandidat nomer tiga, Huang Zi Tao

tao

Pertama lihat aku kagum dengan sosoknya. Tinggi dengan tatapan menusuk. Ini adalah sosok cowok idealku sebelum si “kecil”  itu merusak semuanya. Aku sudah mulai akan melancarkan aksiku untuk bisa mengobrol dengannya sebelum melihatnya mengekori Kris kemana saja.

Mereka berdua berbicara dengan bahasa yang sama sekali tidak kumengerti. Dalam artian, mereka bisa berbahasa Korea hanya saja dengan dialek yang aneh dan terkadang kurang lancer. Sehingga agak sulit kumengerti. Oh Tao, hubungan kita terhalang bahasa.

***

Aku meniup poniku pelan. Mungkin memang sudah takdirku untuk bersama Byun Baekhyun. Dan memang hanya Baekhyun yang bisa membuat kupu-kupu dalam perutku beterbangan hanya dalam sekali sentuh.

“Huh, Byun Baekhyun kau menyebalkaaaannnnnnnnn!!!! Kembalikan masa-masa remajaku yang indah itu!!!!!”,” teriakku lantang.

“Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu. Kau terlihat seperti siswi SMA kurang kasih sayang,” ujar Baekhyun sembari duduk disebelahku.

Saat itu aku sedang duduk di bench[vi] sehabis latihan basket. Semua anggota tim sudah pulang, sedangkan kapten mereka ini lebih memilih duduk sendirian sambil meratapi nasib cintanya dengan vocalis band yang hilang terbawa angin.

Dan tiba-tiba saja sang langit mengirimkannya kembali padaku, tepat disebelahku.

“Kurang … kasih … sayang … YAA BYUN BAEKHYUN, GARA-GARA SIAPA AKU MENJADI SEPERTI INI HAH??!!!!!” ingin sekali kujambak rambut Baekhyun.

Tapi rambut bayinya itu membuatku tidak tega. Tidak seperti rambut Chanyeol yang kaku, bagai mengundang untuk dijambak hohoho. Baekhyun menepuk kepalaku sayang.

“Kau tahu, aku paling suka melihatmu jika berapi-api seperti itu, sangat cantik,” mukaku memerah.

Dan aku langsung memaafkan Baekhyun. Murah sekali diriku ini. Jung Haneul kau benar-benar jadi korban Byun Baekhyun.

“Aku hanya ingin memberikan ini,” Baekhyun mengulurkan sebuah pot kecil dengan tunas yang sudah mulai tumbuh.

Aku memandangnya dengan tatapan bingung lalu menerima pot mungil itu.

“Aku meminta tolong padamu untuk merawat bunga itu hingga berbunga. Mungkin agak sedikit lama. Membutuhkan waktu beberapa tahun, namun aku jamin kau tidak akan menyesalinya. Bunga itu cantik sekali,” ujarnya sembari tersenyum.

Aku terdiam.

“Kau tidak meminta putus kan? Mengapa kau tiba-tiba memintaku hal yang aneh ini Baekhyun-ah,” ujarku serak.

Aku sudah hampir menangis. Baekhyun tertawa. Benar-benar tertawa. Baru kali ini aku melihat dia tertawa seperti itu. Dan aku pun juga ikut tertawa. Baekhyun meletakkan tangannya di pundakku dan menarikku dalam pelukannya. Aku memejamkan mata dan mengirup nafas dalam. Mengirup aroma mint favoritku.

“Maafkan aku Haneul-ah. Kau jadi merasa terabaikan sejauh ini. Tidak, kita akan bersama meskipun tidak selalu bersama,” ungkapnya.

Aku melepas pelukannya meminta penjelasan. Baekhyun membuka tas nya dan memberiku sebuah amplop. Aku membukanya dan membacanya cepat. Aku menoleh padanya dan dia tersenyum lebar.

‘’KYAAAAAHHHHHHHHH KAU DITERIMA BAEKHYUN, KAU DI TERIMAAAAAAAA, YA TUHAN TOKODAI[vii] KYAAAHHHHHH,” aku memeluknya erat sambil meloncat-loncat girang.

Kami berdua bagai Tinky-winky dan Poo yang diberitahu bahwa mereka tidak jadi berpisah dengan penontonnya di televisi.  Berpelukan erat seakan tertempel dengan lem. Aku bahkan tidak peduli jika ada yang melihat adegan ini.

Aku tahu bahwa selain menyanyi Baekhyun itu sangat tergila-gila dengan yang namanya robot. Aku tidak tahu mengapa, namun yang pasti impian Baekhyun adalah bisa menciptakan robot sendiri.

Dan tidak ada tempat yang paling baik selain universitas teknik terbaik di Jepang. Ya Tuhan aku senang sekali. Siapa yang tidak bahagia melihat orang yang kita cintai perlahan bisa menggapai impiannya?

Baekhyun lalu menjelaskan semuanya. Bahwa beberapa bulan ini dia memang bekerja ekstra keras untuk mendapatkan panggilan beasiswa itu. Dia mengaku memang sengaja menghindariku agar bisa lebih fokus untuk mengerjakan tesisnya.

Karena jika ia berdekatan denganku, Baekhyun merasa bahwa cologne yang aku gunakan bisa membuatnya hilang konsentrasi. Dan itu bisa berhari-hari. Kalian tahu itu artinya bukan hanya aku yg merasa ‘terganggu’ tapi Baekhyun juga.

“Dan ingat, kau harus memelihara bunga itu baik-baik. Mungkin bunga itu benar-benar akan terlihat sempurna setelah lima tahun. Dan awas jangan sampai layu, karena aku akan tahu jika kau tidak merawatnya dengan becus,” ucapnya tegas.

“Memangnya bunga apa ini?,” tanyaku.

Baekhyun tersenyum.

”Kau akan tau nanti ketika kuncup itu telah berbunga. Dan saat itu terjadi aku akan datang untuk menagih janjimu,” ucapnya.

Kukecup cepat bibir Baekhyun dan tersenyum,”Tidak masalah,” ujarku.

Dan kami pun tertawa bersama.

Kalian ingin tahu bunga apa itu??

 

Itu adalah Azalea putih yang sangat cantik

 

Dalam bahasa bunga itu berarti

 

 “Jaga dirimu baik-baik untukku”

***

 


[i] Posisi dalam tim basket yang biasanya diberikan kepada anggota tim yang paling tinggi

[ii] Istilah dalam basket untuk menjaga area di bawah ring kemudian mengambil bola yang gagal masuk

[iii] Salah satu teknik dasar basket yaitu berlari dari sisi lapangan kemudian melangkah tiga kali sebelum memasukkan bola dengan satu tangan dari bawah ring

[iv] Teknik memantulkan bola dalam olah raga basket

[v] Tembakan bernilai tiga angka dalam olah raga basket. Dimana pemain berjarak hampir setengah setengah lapangan untuk memasukkan bola

[vi] Tempat duduk yang berada di lapangan olah raga

[vii] TOKODAI atau Tokyo Kogyo Daigaku, universitas teknik terbaik di Jepang

Advertisements

96 comments

  1. Hai ini kunjungan pertamaku ke blog ini. Oke, aku suka Baekhyun dan aku suka FF ini hehehe. Aku suka jalan ceritanya yang manissss. Apalagi Chanyeol itu lucu. Nah, aku ketawa pas deskripsi tentang Sehun dan Tao. Di tambah lagi Kris tukang kentut hahahaha. FFnya bagus cuma terlalu banyak kata ‘itu’. Hehehe. Semanfat menulis ya 😀

    Like

  2. ffnya keren ..ngena banget baekhyun..btw thank for bahasa bunganya..berguna banget lho.. di tunggu ff selanjutnya..keep writing..

    Like

  3. ini so sweet… berasa lain si baek tumben ya jadi so cool buanget…padahal aslinya…. banyak bicara sampe aku sendiri mukir ni anak pernah ga ya dia berhenti bicara sehari aja?…cerita ini bikin aku jadi iri sama Jung haneul…btw baca profil para kandidat bikin ngakak apalagi pas bagian sehun sama tao…hahha..makasih untuk ceritanya^^

    Like

  4. Annyeongg eonn ^^ Aku mau minta ijin buat share ff XOXO Baekhyun buatan eonni 😀 Bolehkah ?? Aku bakal cantumin nama eonni kok aku janji ^^ Gomawoo

    Like

  5. Hai kak, aku lagi cari ff baekhyun comedy romance, dan akhirnya mampir di blog ini.
    Salam kenal ya. 😀
    Suka baget nih, ceritanya ceweknya lbh tinggi. Hahaha. kebayangnya lucu aja gitu. Tapi unik deh, like like like. 🙂 LOL banget, yang di perpustakaan itu lo, ceweknya man, yg ngambilin buku. Duhh… baek, banyak minum susu ya. Hehehe. 🙂

    Like

  6. oh ya ampun,pas baca smbil dgr lagu boyz 2 men yg 4seasons of loneliness,berasa bgtttt feel ceritanya…^^ keren bgt!!!gk gombal,tp sweeeetttt bgt… author nya daebak!!!and aq bs bygin tiap scene nya,keren!!

    Like

  7. Haloo^^.. Ak Clara
    Salam kenal
    Baru berkunjung ke blog ini, terus uda disuguhi ff ini, ya ampun, langsung jatuh cinta aku 😀
    Suka bgt sama ff ini. Manissss bgt ❤
    Lucu deh couple ini
    Ngakak terus ak pas baca
    apalagi pas chanyeol bilang kalo mereka kyk jempol dan telunjuk. Wkwk, juahat bgt si chanyeol 😀
    Bahasanya juga ringan dan enak dibaca
    Keren bgt dah pokoknya

    Like

  8. Ahhjh sweet banget sumpah ga bisa berenti senyum senyum semdiri pas baca

    Baekhyun lucu banget sumpahh disini kek minta di tabok *langsung ditendang sama fansnya*

    Ffnya juga keren banget selain castnya *apa sih* bahasanya mudah dimengerti juga pokoknya keren deh

    Like

  9. Aku juga sangat menggilai si ‘kecil’ itu 😂 beneran memang baekhyun itu bikin penyakitan 😂 sakit mata saat melihat foto2 tampan dan imutnya , diabetes karena manisnya wajahnya, jantungan saat dia bergaya sok seksi dan berhalusinasi tinggi saat memikirkannya 😂 itu adalah sebuah fakta…dan aku yang merasakannya.. Baekhyun memang unik dan semua orang bisa dengan mudah menyukainya 😙 aku suka banget sama ff ini ..unik keren dan manis karena ceweknya yg lebih tinggi dari baekhyun 😂 *save baekkie* barkhyun memang yang paling tampan di exo menurutku 😙 semua ada diwajahnya Tampan+Manis+Imut makanya aku sangat menggilainya … baekhyun is my life 😂😂😍😍😘

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s