SALADBOWL CALL FOR FICTION SERIES

25148

Pengumuman ini ditujukan pada kamu :

Yang lagi cari lapak buat nerbitin tulisan.

Yang lagi aktif banget nulis tiap hari saking buanyaknya ide.

Yang punya banyak simpenan di laptop dan dibuang sayang.

Dan yang pengen tulisannya dikenal banyak orang.

.

Berita baik buat kamu karena sekarang Saladbowl membuka slot untuk para kontributor yang ingin mengirimkan fiksi serial, a.k.a cerita bersambung. Kamu boleh mengatur jadwal frekuensi penerbitan, akses langsung ke dashboard Saladbowl tanpa penyuntingan, dan berdiskusi dengan para pembaca sesuka hati karena akun kamu yang akan langsung upload naskah.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua naskah akan diterbitkan, jadi team Saladbowl akan tetap menyeleksi naskah yang layak terbit dalam waktu paling lambat 1 bulan sejak diterimanya naskah di inbox email. Seperti biasa, hehehe, hal ini dikarenakan Saladbowl ingin menyajikan bacaan yang baik buat pengunjung blog, dan tetap berbobot. 🙂

Syaratnya gampang :

  • Terbuka untuk umum, tanpa minimal batas umur.
  • Tema dan genre naskah bebas, boleh original atau fanfiction.
  • Naskah yang dikirim HARUS lengkap (chapter pembuka-penutup) atau mendekati akhir (maksimal 2 chapter sebelum final). Ini kenapa harus? alasannya hanya untuk memastikan supaya cerita yang diupload nggak berakhir PHP, hehehe… jadi jelas akan berakhir.
  • Naskah tidak berunsur dukungan atas : SARA, terorisme, anarkisme, seks bebas, LGBT, merokok aktif, kebencian terhadap golongan tertentu.
  • Berkenaan dengan di atas, berarti bahwa rating naskah maksimal PG-13. Tidak diperbolehkan adanya chapter yang digembok (pakai password).
  • Tuliskan sinopsis cerita kamu saat mengirim naskah, dari awal sampai akhir. Untuk fanfiction, sebutkan nama tokoh utama serta contoh posternya.
  • Naskah yang dikirim boleh naskah yang pernah diterbitkan di media lain.
  • Kirimkan naskah kamu ke email saladbowldetrois@gmail.com dengan subjek ‘NASKAH SERIES’ dan sebutkan di mana saja tulisan kamu diterbitkan (bila pernah sebelumnya).

Pengumuman ini berlaku tanpa batas akhir. Sekiranya ada pertanyaan, kamu boleh tuliskan di kotak komentar. Pastikan kamu membaca pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada, karena kami tidak akan menjawab pertanyaan yang sudah ditanyakan.

Kami tunggu naskah kamu di kotak surat Saladbowl, looking forward to have a nice work with you. See you soon, authors!

.

Regards,

Team Saladbowl.

Message to Readers.

Hai, semuanya …

Selamat datang di Blog of Salad Bowl de Trois *sebar confetti*.

Kami nggak akan menggencarkan peraturan apapun untuk para pembaca yang mampir ke blog ini, silakan membaca sesuka kalian, memberi komentar baik atau buruk juga tidak dilarang selama isinya nggak ngajak tawuran dan menyinggung SARA. Hanya satu hal yang perlu diperhatikan, yang merupakan perjanjian mutlak di antara para penulis dan pembaca sekalian, yaitu:

Demi keberlangsungan dan perlindungan kreativitas para penulis di sini, kami harap tidak ada para pembaca yang berniat untuk men-COPY+PASTE seluruh isi tulisan yang ada di blog ini ke tempat lain. Apapun alasannya, kami tidak akan menoleransi segala macam bentuk pencurian ide dan hak cipta, dan untuk kebaikan bersama biarkan segala yang ada di blog ini tetap berada di tempatnya.

That’s all. Nggak sulit kan?

—————————–

p.s.

Untuk mendapatkan password dari fiksi yang berproteksi, kamu bisa mention @bowldetrois atau twitter author yang bersangkutan. Follow twitter di atas untuk pengiriman melalui Direct Message.

twitter : chocokailate

Password hanya akan dibagikan untuk kamu yang sudah berumur minimal 19 tahun.

.

.

.

Selamat membaca, Semuanya!

[Series] Unspoken – Chapter 3

.

Chapter 3

 .

Di tahun pertama SMP-nya dulu, guru sejarah pernah berkata bahwa selalu ada efek dan konsekuensi dalam sebuah perubahan. Ketika Amerika mendeklarasikan kemerdekaannya di tahun 1776, tiga belas koloni di benua baru itu menyatakan pembebasan diri mereka dari kerajaan Inggris, memungkinkan mereka untuk menghapus kebijakan-kebijakan kerajaan yang sangat memberatkan. (more…)

[Ficlet] Starving

starving 2

image credit here

by Eve

A set of short fictions, consists of <200 words 

.

.

Jadi begini, saldo tabungan tersisa seratus sekian ribu. Dompet terasa tebal tapi janggal tersebab kertas-kertas bukti pembayaran. Sedangkan rupiah cuma tiga lembar seratus ribuan ditemani beberapa lembar Imam Bonjol, Pattimura serta kerincingan berisik anak recehan. Dan tanggal di kalender ternyata masih berbilang belasan. Baru setengah perjalanan sebelum akhirnya transferan dari atasan mengisi ulang tabungan.

Oleh sebab itu, aku berdiri di sini. Di depan dispenser yang memancarkan kelip merah kecil bertuliskan heating sambil membawa mie instan cup di tangan ketika istirahat makan siang. Mencoba abai pada kenikmatan cecap rasa yang masih bisa didapatkan kawan seperjuangan.

Rasanya lama sekali menunggu heating menjadi keep warming, padahal sudah kelaparan. Sepagian belum menyentuh makanan kecuali menenggak kopi hitam. Kau tahu lah rasanya, Seperti tiba-tiba rotasi bumi melambat.

“Ta, bisa ke ruangan saya sebentar? Segera ya.”

Aku terlonjak bersamaan dengan kucuran air panas. Atasan tak sabaran memanggil. Secepat mungkin mengangguk. Atensi terbagi, aku gagal fokus.

Ah, sial. Airnya kebanyakan.

.

.

ps: Salam kenal semuanya, semoga menikmati hidangan pertama dan seterusnya 🙂

Enchanted – The Epilogue 3

picsart_09-07-09-06-33 medals

.

.

.

Saat itu adalah masa sibuk firmanya di kala seluruh proyek kerjasama harus diselesaikan sebelum tahun berakhir. Saking sibuknya, hampir seluruh penghuni kantor menempati bangunan dua lantai itu sebagai tempat singgah sementara. Luhan menatap satu persatu teman-temannya yang tenggelam dengan pekerjaan mereka di meja masing-masing. Minseok tidak ada di kantor, sepertinya sedang berada di lokasi kerja mengawasi pembangunan sebuah art center di Incheon bersama para kliennya.

(more…)

Enchanted – The Epilogue 2

picsart_09-07-09-06-33

.

sometimes she hopes she’s just a little braver…

Luhan sangat suka bermain-main. Saat mereka masih sangat muda dulu reputasinya cukup dikenal sebagai anak laki-laki yang tidak bisa berdiam diri, sangat suka bercanda dan super jail. Di tahun pertama SMA mereka, Luhan tidak bosan mengungkapkan rasa kesalnya karena di antara mereka bertiga, hanya dia yang ‘diasingkan’ ke kelas lain. Dan menurutnya, ‘sendirian’ itu membosankan.  (more…)